Website Resmi Desa Duwet - Kecamatan Bendo
Desa Duwet RT.13 RW 003
📧 desaduwet2017@gmail.com   |   ☎️ -   |   🏷️ Kode Pos: 63384

SEJARAH DESA DUWET KECAMATAN BENDO KABUPATEN MAGETAN

27 April 2026 Anonim 11 kali dibaca
0
SEJARAH DESA DUWET KECAMATAN BENDO KABUPATEN MAGETAN
Klik gambar untuk memperbesar

SEJARAH DESA DUWET

 

1.   Masa Kerajaan

         Pada jaman dahulu ada suatu tempat yang penduduknya hanya       beberapa keluarga dan ada seorang  laki-laki yang tidak dikenal namanya , orang tersebut hanya menempati  sebuah GUBUK  kecil, suka bercocok tanam, punya hobi seni yaitu SENI GEMBRONG .Tempat tersebut banyak tumbuh pohon Duwet, orang laki-laki yang tidak dikenal tersebut oleh keluarga sekitar dianggap mempunyai kemampuan yang luar biasa, akhirnya keluarga sekitar selalu mengikuti jejak orang tersebut lama kelamaan keluarga tersebut bisa bertambah banyak .

    Karena keluarga dan orang laki-laki itu sering berkumpul untuk musyawarah, maka akhirnya memutuskan mewujudkan Desa . Atas keputusan bersama, karena tempat itu yang tumbuh banyak pohon Duwet, maka memutuskan Desa itu dinamakan  DESA DUWET . Menurut anggapan para warganya orang laki-laki tersebut dianggap DEWANYA (Pepundenya ) . Orang laki-laki (Dewanya) setelah meninggal dunia dimakamkan dibawah pohon Duwet . Maka meskipun sudah meninggal, setiap tahun diadakan peringatan syukuran atau selamatan disertai menggelar SENI GEMBRONG . Peringatan sekali dalam satu tahun menjadi tradisi sampai sekarang yang dinamakan  BERSIH DESA .

 

2. Masa Penjajahan

            Pada jaman dahulu ditengah tegal Dukuh ada sumbernya yang besar , hingga mewujudkan Blombang (Kolam). Karena sumbernya besar ladang di sekitanya terus menjadi Rawa. Pada suatu hari telah datang di tempat tersebut seorang laki – laki bernama Baginda Amir, dan diikuti para sahabatnya. Keberadaan sumber bagi Baginda Amir dan sahabatnya sangat senang dapat mencukupi kebutuhan hidup.

            Karena sumbernya blumbang itu sangat besar maka Baginda Amir dan para sahabatnya membuat saluran air untuk mengurangi genangan air dalam blumbang , sampai saat ini saluran tersebut lama – lama menjadi Kali / Sungai , tambah hari tambah bulan tambah tahun sungai tersebut tambah dalam , sehingga menimbulkan jurang atau tebing yang tinggi. Maka atas usul sahabatnya Baginda Amir memberi keputusan tempat yang di tempati Baginda Amir dan kawan –kawan diberi nama dukuh “JURANGAWAN”. Kehidupan Baginda Amir akhirnya menemui ajalnya , setelah Baginda Amir   meninggal oleh para sahabatnya di makamkan di tempat itu juga. Akhirnya para sahabat Baginda Amir mengadakan musyawarah , kematian Baginda Amir tersebut setiap satu tahun sekali di peringati dengan upacara selamatan yang disertai TARI GAMBYONG. Hingga sampai sekarang setiap satu tahun sekali di peringati sebagai hari BERSIH DESA yang disertai TARI GAMBYONG. Terbentuknya Desa Duwet Dukuh JURANGAWAN masih ada tempat yang dihuni orang yang bernama KROMO NITI SEKELUARGA dan beberapa keluarga lainya tempatnya di sebelah barat Dukuh Jurangawan. KROMO NITI dan beberapa keluarga lainya merasa belum mempunyai pinisepuh , maka Kromo Niti sekeluarga dan beberapa keluarga lainya sepakat memutuskan menggabungkan diri dengan Dukuh Jurangawan. Menggabungkan diri yang istilah jawanya NUNUT. Kromo Niti sekeluarga  dan beberapa keluarga lainya menggabungkan diri (Nunut) dengan Dukuh Jurangawan akhirnya di terima oleh warga masyarakat Jurangawan yang sesepuhnya bernama Baginda Amir. Kromo Niti Sekeluarga dan beberapa keluarga lainya tetap menempati tempat itu juga namun karena istilah menggabungkan diri itu disebut Nunut maka , tempat tersebut sepakat di beri nama Dukuh NUNUT. Tempat kosong yang tumbuh banyak pohon Duwet , yang di tempati oleh kelompok laki – laki yang tidak dikenal namanya , kelompok Baginda Amir dan sahabatnya dan kelompok keluarga Kromo Niti dan kawan – kawan , dan akhirnya ketiga kelompok tersebut sepakat mendirikan sebuah Desa yang di beri nama DESA DUWET. Desa tersebut terdiri dari tiga Dukuh yaitu :  Dukuh Nunut, Dukuh Jurangawan dan Dukuh Duwet

3.   Masa Kemerdekaan

Setelah Baginda Amir meninggal , selanjutnya Desa Duwet mengalami beberapa peristiwa bersejarah , khususnya tentang pergantian pemimpin Desa yaitu :

 

Kepala Desa Yang Dikenal Warga Desa Duwet

No

Nama

Tahun

Ket/Foto

1

Tidak dikenal

................

 

2

Pundong

................

 

3

Jlangrong

-1901

 

4

Josuro

1901 – 1903

 

5

Joseno

1903 – 1908

 

6

Kromoredjo

1908 – 1909

 

7

Mangunredjo Kekok

1909 – 1914

 

8

Djojodikromo

1914 – 1915

 

9

Djoikromo

1915 – 1919

 

10

Wirjoredjo Semlop

1919 – 1934

 

11

Resowidjojo Radji

1934 - 1946

 

12

Soepardi

1946 – 1990

 

13

Sutrisno

1990 – 1998

 

14

Sutrisno

1998 – 2007

 

15

Agus Budiyono

2007 – 2013

 

16

Agus Budiyono

2013 - 2019

 

17

GUNAWAN

2019 - 2023

 

18

AGUNG SUGIARNO

2024 - Sekarang